Suka Makan? Ketahui Penyebab Emosi Saat Makan !

Suka Makan? Ketahui Penyebab Emosi Saat Makan !



Dietkualami.com – Saat kita sedang emosi biasanya kita akan melampiaskannya dengan cara makan. Namun jika hal tersebut sering kita lakukan maka akan menjadi kebiasaan atau bahkan hobi. Ada beberapa penyebab yang membuat sesorang jadi emosi makan. Apa sajakah penyebab emosi makan tersebut simak selengkapnya uraian berikut.

Bosan

Bosan menjadi salah satu penyebab kenapa orang jasi emosi makan. Biasanya orang yang emosi makan karena kebosanan adalah orang yang kurang kegiatan sehingga mudah bosan dengan hal yang dilakukan. Untuk mengatasi kebosanan agar tidak emosi makan, maka Anda perlu refreshing sebentar dengan pergi keluar rumah bisa jalan-jalan atau pergi kemana saja. Karena kegiatan di dalam rumah bisa membuat Anda semakin hobi ngemil dan emosi makan semakin meningkat.

Hubungan Tidak Sehat Dengan Makanan

Untuk mengalihkan masalah seseorang biasanya mulai dengan makan, hal ini dikarenakan harga diri yang rendah citra tubuh yang buruk sering menjadi penyebab emosi makan. Untuk mengatasi hal tersebut maka Anda perlu menciptakan hubungan yang sehat dengan makanan, yakni dengan cara apa yang akan Anda makan dan untuk apa Anda memakan makanan itu.

Biasanya ada orang yang mengalihkan masalah atau stres ke makanan sebagai mekanisme koping. Mekanisme koping sendiri merupakan usaha setiap individu dalam mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang duerima tubuh sehingga akan menimbulkan respon tubuh yang bersifat nonspesifik yaitu stres.

Mekanisme koping terbentuk melalui proses belajar dan juga mengingat, dimulai sejak awal mengalami stres dan saat disadari dampak stres tersebut. Kemampuan belajar tersebut juga bergantung kepada kondisi eksternal dan juga internal. Jadi bukan hanya lingkungan saja yang membentuk stressor, melainkan juga dari kondisi temperamen individu, persepsi, dan kognisi terhadap stressor tersebut.


Mekanisme koping ada yang bersumber dari ego atau bisa disebut mekanisme pertahanan mental yang terdiri dari Denial atau menyangkal, Regresi yait menghindarkan stres terhadap karakteristik perilakudari tahap perkembangan lebih awal, Displacement atau mengisar dengan mengalihkan emosi dan Reframing yaitu mengkaji ulang kejadian stres agar lebih dapat menangani dan mengatasi.

Mekanisme koping juga ada yang berorientasi pada tugas, digunakan untuk menyelesaikan masalah atau konflik dan memenuhi kebutuhan dasar. Berorientasi pada tugas ada tiga macam reaksi diantaranya adalah perilaku menyerang (Fight), perilaku menarik diri (withdrawl) dan juga kompromi.

Baca juga: Alpukat Bisa Turunkan Berat Badan?

Selain itu ada juga strategi koping yaitu cara yang dilakukan untuk  mengubah lingkungan atau situasi dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.  Mekanisme koping dapat digolongkan menjadi dua yaitu mekanisme koping adaptif yang akan mendukung fungsi integrasi, pertumbuhan, belajar dan mencapai tujuan.Sedang m ekanisme koping maladaptif akan menghambat fungsi integrasi , menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan.

Strategi koping yang sering digunakan oleh setiap individu digolongkan menjadi dua yaitu Emotion-focused coping, disini individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang ditimbulkan situasi yang enuh tekanan. Kedua yaitu problem-solving focused coping, individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi dan situasi yang menimbulkan stres.

Ada beberapa faktor yang memperngaruhi koping diantaranya adalah keyakinan atau pandangan positif, ketrampilan sosial, kesehatan fisik, keterampilan memcahkan masalah serta dukungan sosial dan materi.

Depresi

Depresi juga menjadi salah satu penyebab kenapa orang jasi emosi makan, hal ini dikarenakan orang yang mnderita depresi tinggi sangat mungkin untuk mengatasi perasaan mereka dengan mengalihkan ke emosi makan. Yang lebih mengkhawatirkan lagi saat orang sedang depresi lebih cenderung emosi makan dengan memakan makanan yang tidak sehat seperrti makanan tinggi lemak dan gula.

Hal ini dikarenakan lemak dan gula  mampu mengubah dopaim dan tingkat seratonin dalam otak sehingga memungkinkan orang untuk merasakan perasaan senang. Jika Anda sedang mengalami depresi sehingga menjadikan Anda emosi makan sebaiknya Anda mula mengganti makanan Anda dengan makanan pilihan yang menyehatkan.


Scroll to top