Sebenarnya Yang Lapar Itu Perut Atau Pikiran Anda?

Sebenarnya Yang Lapar Itu Perut Atau Pikiran Anda?



Porsi sama banyak, mungkin malah lebih besar. Tetapi, dibandingkan menyantap makanan yang kurang bergizi, hidangan yang sehat malah bikin Anda jadi semakin kelaparan. Tidak urung, bayangan makanan yang enak-enak dan dilarang langsung melintas di pikiran. Masih untung bila Anda tidak memutuskan untuk mengudap camilan yang manis.

Kesulitan seperti ini kerap Anda alami? Mungkin yang jadi biang keladi bukanlah jenis makanannya, melainkan pikiran Anda. Menurut penelitian dari Yale University, ternyata apa yang Anda harapkan dan pikirkan saat sedang makan dapat memengaruhi proses fisiologi tubuh. Umumnya, pada saat Anda merasa lapar, kadar hormon ghrelin di tubuh akan naik. Sementara begitu Anda sudah kenyang, dengan sendirinya hormon lapar ini akan turun sehingga selera makan berkurang dan perut terasa lebih kenyang.

Masalahnya, ternyata hormon ini tidak turun hanya karena asupan makanan, tetapi juga di saat keinginan makan Anda terpuaskan. Nah, dari hasil riset ditemukan, label "makanan sehat" ternyata tidak cukup memberi kepuasan bagi otak, berbeda sekali dengan makanan kurang sehat yang sudah dianggap sebagai makanan yang "enak" dan "rasanya selangit".

"Rasa terkekang ataupun terpaksa saat makan—terlepas dari jenis makanan apa yang Anda santap—akan memengaruhi respons dari tubuh sehingga hal ini dapat menggagalkan diet Anda," kata Alia Crum, salah satu peneliti yang juga psikolog bidang klinik dari Yale University.

Jadi, menurut kesimpulan dari riset yang dimuat di jurnal Health Psychology ini, jika Anda memang mau menguruskan badan, yang perlu diusahakan bukan hanya memilih makanan yang sehat, melainkan juga mengubah pola pikir dan cara Anda menilai makanan.

Sumber: Kompas.com


Scroll to top